Fatwa Rini, S. Pd. - Singgasana yang Lama Kunanti (Lirika 11)

📅 Agustus 11, 2026

 Singgasana yang Lama Kunanti

Karya: Fatwa Rini, S. Pd.



Andai saja suatu hari nanti perpisahan menghampiri,
adakah harap pada dirimu
untuk berlabuh di singgasana
yang telah lama kunanti?
Adakah ingin yang hendak kau segerakan
lewat temu di dermaga di bawah langit jingga?
Adakah janji yang ingin engkau tepati
lewat sepatah kata?
Ya, semua itu terus menjadi tanya
yang bersemayam di pikiranku.

Walau takdir berkata lain,
engkau akan tetap menjadi manusia favorit
yang namanya selalu kuselipkan
dalam doa-doa kepada Tuhan.
Sekalipun aku tak pernah kecewa
ketika inginku hanyalah sebatas angan,
sebab kutahu,
konsekuensi akan selalu datang
mengiringi setiap pilihan.

Aku pun sadar,
raga yang dahulu selalu berdiri tegak di hadapanku
kini tak mampu lagi kugapai.
Tangan yang selalu mengelus lembut segala harap
tak mampu lagi kugenggam erat.
Senyuman yang selalu kusaksikan
perlahan pudar seiring berjalannya waktu.
Namun, tak mengapa.
Mungkin memang seperti itulah
skenario yang telah Tuhan tuliskan.

Andai saja aku diberi kesempatan sekali saja,
mungkin aku akan menceritakan segalanya—
segala sesuatu yang membuatku candu
dan tak ingin berlalu.
Namun, lagi-lagi kesadaran menyapa
keheningan yang selama ini tercipta.
Rasanya ingin sekali berteriak lantang,
namun suara itu terhalang
oleh permintaan hati
yang memilih untuk tetap diam.

Datanglah.
Bunuhlah segala rasa
hingga tak ada lagi yang tersisa.
Agar tak ada lagi harap
yang terus menghantui.
Biarkan saja aku hanyut tak berdaya
di kedalaman rasa yang telah tercipta,
menunggu hingga akhirnya Tuhan berkata:
waktu untuk bersama
telah usai.

Bohong jika kukatakan
aku telah ikhlas atas segala yang terjadi.
Kau tak perlu tahu
betapa banyak derai tangis
yang tumpah dalam ceritaku bersama Tuhan.
Tak perlu khawatir,
aku akan terbiasa dengan semuanya.
Sebab meski kita tak mungkin bersama,
namamu akan tetap abadi
di antara bait-bait puisiku.


Makassar, 11 Agustus 2026