Akar Setia di Pusaran Waktu
Karya: Cinthia Yuni YeseniaDi bawah langit yang kerap berganti rupa,
ada rasa yang menolak untuk lupa.
Meski angin berembus membawa ragu,
namamu tetap bersemayam di lubuk kalbu.
Kesetiaan bukanlah janji yang terucap manis,
melainkan keteguhan saat gerimis tak kunjung habis.
Ia adalah akar yang menancap kuat di bumi,
menahan godaan musim yang datang dan pergi.
Waktu boleh saja mengikis usia dan raga,
namun kesetiaan ini akan selalu terjaga.
Seperti laut yang setia memeluk pantai,
cinta ini takkan pernah pupus atau terurai.
Aku akan tetap berdiri di sampingmu,
menjadi pelindung dari sepi dan pilu.
Sebab bagiku, setia adalah pilihan hati,
untuk mencintaimu tanpa batas dan henti.
Surabaya, 19 Agustus 2026