AMELIA LUTFIATUL FARHAH - RINTIHAN NESTAPA, TAMAN SEBERANG (Lirika 11)

📅 Agustus 21, 2026
RINTIHAN NESTAPA, TAMAN SEBERANG
Karya: AMELIA LUTFIATUL FARHAH 


Awak reti kita segelintir bunga warna-warni berbau busuk

Memang seperti itu bukan adanya?
Tapi, tak lekang usaha tutup segala rusuk aswara
Namun, apa yang sudah kau rubuhkan sekarang?
Taman seberang!

Kembang nestapa selimuti ruang rasa
Tak semudah itu saja
Ruang antah berantah bersumbu pada satu kecerobohan sang nara
Satu persatu tiba dengan nanar membara

Katamu dulu apa? Aman, tenang!
Dimana sekarang sang kalam penerang?

Tak lagi sama, segalanya silih berganti
Kala 3 hari 3 malam datang hampiri
Sang jiran kemana saja kau selama ini!
Tak sudi dedah tabir suci
Perihal kisah temaram sunyi
Pun janma di bawah mentari pagi

Sebelum bau busuk menyebar membahana
Tak kunjung hadir secercah cahaya
Awak bak orang awam tak paham untaian aksara
Tak tahu menahu sebermula apa?
Segalanya hampa sesaki ruang rasa!

Kala badai perlahan tiba berhamburan tiada tara
Menyebar, memperuak, menyusup taman bahagia
Oh... kembang dikara!
Hancur kelimpungan bak tontonan layar kaca

Jikalau bagimu hanya sumpah serapah belaka
Namun, tuk hamba segalanya bak moyak hunjaman duka
Bom kehancuran ku sebutnya!

Kembang setaman hancur satu persatu
Kian lama kian nampak deru kelabu

Sirna sudah gelombang warna warni
Silih ganti oleh tangis tiada henti
Lantas kan hadirkah sang ksatria pembawa rinai janji
Demi keberlanjutan babak baru, tuk air snurni... suci... hakiki...
Jikalau ada siapakah dia sang peniti nadi?

Segalanya tutup diri tanpa dalih tirai peka
Bahwa taman bahagia tak lagi sama
Serpihan luka kelopak bunga saksi tak kasat mata
Bahkan setahun takkan cukup tuk bungkam duka pun lara
Sekalipun air suci tiba rapal mantra
Rinai varsa tetesi nun basahi jiwa pelipur lara
Namun, teh gelap oleh gemerlap amarah yang membara

Oh... bunga warna-warni harap tabah
Entah apa yang kau rasa sudah
luka, lara, antah, patah
Harap kokoh tengadah

Di sini di atas pijak kaki
Sang galur bunga warna-warni penuh benci
Tampak tenang, namun sirat amarah tiada henti terpatri

Harapku satu
Lenyapkan bom kehancuran itu
Di mana akar dari segala akar tenggar bisu
Entah musnahkan, hancurkan, lenyapkan atau apapun itu!



Blitar,20-Juli-2026