Pantulan yang Berpaling
Karya: Aisyah Azka TsabithaTak semua retak
lahir dari batu.
Ada yang bermula
dari pantulan
yang perlahan lupa
wajah asalnya.
Cermin itu
masih menggantung di dinding,
namun bayang-bayang
tak lagi saling mengenal.
Barangkali luka
bukan datang
karena pecah.
Melainkan ketika kepercayaan
berubah menjadi serpih,
dan setiap kepingnya
tetap memantulkan nama
yang sama.
Sejak itu,
tak ada yang benar-benar utuh.
Hanya cahaya
yang belajar melewati retakan
tanpa pernah mampu
mengembalikan bentuknya.
Lembah Nil, 6 Juli 2026