Obsesi
Karya: Ahmad Dimas AbimayuKu dengar tubuhmu,
Jiwa dengan anugerah suci,
Kini terlahap obsesi fantasi.
Meluluhlantakkan kewarasan.
Harum nafas itu,
Tak lagi senyaman aromanya.
Layu perlahan melebur,
Atas akal untuk menyirami.
Atas dasar tuntutan,
Kau titihkan insan yang fana.
Runyam karena putus asa,
Lalu lupa cara kembali.
Sadari terlebih dulu,
Khianat bukanlah perilah insan lainnya.
Di saat cermin merefleksikan palsumu,
Maka itulah pengkhianatan sebenarnya.
Banjarbaru, 14 Agustus 2026