Karya: Afita Nur Hidayati Fauziyah
Apalah makna menanti
Jika aku bisa memilih pergi
Namun aku bertahan
Hingga saat yang tepat
Rupa musim kembali berulang
Bohong jika tidak damba
Rupa yang menyejukkan
Memberi hidup yang nyaris pupus
Benih harapan tumbuh
Disuburkan rinai harapan
Janji terucap di sanubari
Ironis hanya aku yang menganggap serius
Betapa naif aku, percaya akan dusta manis
Akal sehat sudah tidak bekerja
Ketika pikiran mengikuti hati
Aku menyiapkan kursi untuk menunggu
Aku mencintai mimpi
Karena itulah saat kau tergapai
Gejolak realitas membasuh muka
Dibangunkan oleh fana yang mencekik
Engkau raib tanpa tanda
Kursi berdebu, aku masih duduk di situ
Sukoharjo, 20 Agustus 2026