Sri Ernita Yuliani - Ketika Langit Memilih Diam (Lirika 10)

📅 Juli 08, 2026

Ketika Langit Memilih Diam

Karya: Sri Ernita Yuliani


Ku pandang langit yang memendam mendung
dari balik jendela yang bisu.
Awan-awan bergelayut tenang,
seolah memikul ribuan rintik
yang menunggu waktunya jatuh,
membawa kisah yang belum selesai.

Kadang hujan datang
bersama isyarat angin yang berembus pelan,
kadang ia turun begitu saja,
tanpa salam, tanpa aba-aba.
Yang terdengar hanyalah irama rintik
yang menenangkan jiwa,
diselingi gemuruh petir
yang mengingatkan
bahwa ketenangan pun
dapat bersanding dengan gentar.

Di setiap tetes yang jatuh,
waktu menyimpan jawabannya sendiri.
Tak semua yang datang
ditakdirkan untuk menetap.
Ada yang sekadar singgah,
mengajarkan makna pertemuan,
lalu pergi tanpa sempat berpamitan.

Namun hujan selalu tahu
kapan harus mereda.
Saat rintiknya menghilang,
mentari kembali menyapa bumi
dengan hangat yang sederhana,
seolah berbisik
bahwa setiap mendung
selalu memiliki batasnya.

Barangkali hidup memang demikian
bergantian antara hujan dan cahaya,
antara kehilangan dan harapan.
Dari langit yang pernah gelap,
kita belajar bahwa syukur
sering kali tumbuh
setelah hati selesai melewati badai.


Salatiga, 5 Juni 2026