Abu Qosim - Hujan yang paling mengerti (Lirika 10)

📅 Juli 08, 2026

Hujan yang paling mengerti

Karya: Abu Qosim


Malam ini hujan turun lagi.

Ia mengetuk jendela pelan-pelan,
seolah tahu ada hati yang sedang lelah
dan mata yang menahan tumpah.

Aku duduk sendiri,
menatap jalan yang basah,
lalu teringat seseorang
yang dulu paling suka melihat hujan bersamaku.

Katanya,
hujan adalah cara langit memeluk bumi,
meski keduanya tak pernah benar-benar bisa bersatu.

Aku tidak mengerti waktu itu.
Aku hanya tertawa,
lalu membiarkan tanganku berada di samping tangannya,
merasa bahwa kebersamaan akan berlangsung selamanya.

Ternyata tidak.

Ada perpisahan yang datang
tanpa suara,
tanpa aba-aba,
tanpa sempat mengajarkan cara merelakan.

Sejak hari itu,
aku tidak pernah lagi menyukai hujan.

Sebab setiap tetesnya
membawa pulang kenangan:
tentang percakapan yang tak selesai,
tentang janji yang tak sempat ditepati,
tentang seseorang yang pergi
dan meninggalkan namanya di ingatan.

Malam ini hujan turun lebih deras.

Aku membiarkannya jatuh,
sebab hanya hujan yang tidak pernah bertanya
mengapa mataku basah.

Hanya hujan yang mengerti
bahwa ada rindu yang tidak perlu disampaikan,
karena ia tetap tinggal
meski orangnya telah lama menghilang.

Dan bila suatu hari
kau melihat seseorang tersenyum di bawah hujan,
jangan buru-buru mengira ia bahagia.

Mungkin ia sedang menyembunyikan tangisnya,
karena di dunia ini,
ada air mata yang lebih mudah jatuh
ketika langit ikut menangis.



Serang, 05 juli 2026