Suara yang Dibungkam Deras
Karya: SALSABILLA Dwi PratikaHujan datang tanpa permisi,
lalu pergi tanpa pamit.
Tak ada kata perkenalan,
tak ada salam perpisahan.
Namun ia tinggalkan pesan,
tersembunyi di balik rerintik air.
Mengisi kesunyian malam dengan irama yang tak pernah sama. Setiap tetesnya membawa kisah yang tak terucap. Dengan damai, angin berhembus. Langit malam membentang luas, dihias kilas petir yang menyala. Seolah memberitahu bahwasanya alam sedang tidak baik-baik saja. Namun apalah daya, derasnya hujan membungkam segala suara yang ingin terucap, menelan bisik hati, menutup jalan kata,
menjadikan rintik sebagai satu-satunya bahasa.
Surabaya, 6 juli 2026