TANGAN YANG KUBERI PAYUNG
Karya: Rizky fatahilla albaraDulu kau datang kehujanan,
kubuka pintu dan kuberi payung.
Kuseka lumpur di sepatumu dengan bajuku,
kubagi nasi hangat terakhir dari piringku.
Kau bilang badai akan reda jika bersamaku,
maka kutaruh punggungku jadi tembok,
dan namaku jadi doa di bibirmu.
Tapi saat matahari pulang,
kau jual payung itu ke orang lain,
kau bilang "Ini milikku dari dulu."
dan kau menertawakan basahnya punggungku.
Kini aku belajar...
tidak semua yang berteduh, layak diberi rumah.
medan,10 Oktober 2013