Alamat yang Tidak Pernah Hilang
Karya: Erlanda Desy OliviaAku lahir dari rumah yang perlahan kehilangan suara;
satu demi satu pelukan berpamitan kepada waktu,
sementara usiaku masih terlalu kecil untuk mengerti arti selamat tinggal.
Sejak itu, aku setia merawat langkah
meski jalan lebih sering mengenalkanku pada sepi daripada kemudahan.
Aku belajar bahwa air mata tidak selalu jatuh dari mata;
kadang ia menjelma kesabaran,
kadang berubah menjadi senyum yang kuberikan kepada anak-anak
agar mereka tidak mewarisi luka yang pernah kupeluk.
Ketika semesta membuka lembar baru,
aku kembali mengeja mimpi di bangku ilmu,
dan Tuhan menghadirkan seseorang
yang tidak menghapus dukaku,
melainkan menjaga agar aku tidak menyerah kepada dunia.
Kini aku mengerti,
kesetiaan bukan menunggu hidup berlaku adil,
melainkan tetap menyalakan harapan
meski angin berkali-kali ingin memadamkannya.
Sebab cinta, doa, dan perjuangan yang setia
selalu menemukan jalan pulang kepada masa depan.
Gresik, 30 Juli 2026