Senja yang Menjahit Luka pada Langit
Karya: Nurul ainiSenja datang tanpa mengetuk,
membawa benang cahaya yang menjahit retak di langit.
Burung-burung pulang dengan sunyi yang dipanggul sayapnya,
sedang angin merapikan doa-doa yang tercecer di dedaunan.
Aku berdiri, bukan untuk menunggu malam,
melainkan mendengar warna terakhir yang enggan berpamitan.
Di ufuk, matahari tidak benar-benar tenggelam,
ia hanya menitipkan hangat kepada cakrawala
agar esok harapan kembali menemukan jalan.
Maka kubiarkan senja mengajariku satu hal:
keindahan tidak selalu tinggal,
tetapi selalu meninggalkan keberanian
bagi hati yang rela menerima perpisahan
tanpa kehilangan cahaya di dalam dirinya.
XIII Koto Kampar, 1 Juli 2026