Hujan Serpihan Damai
Karya: Nur AnnisaKunikmati setiap rintik yang jatuh membasahi bumi,
kutatap awan kelabu yang mengantarkannya pulang.
Kurasa hembusan angin yang menyelinap
hingga ke setiap pori kulitku,
seolah alam sedang menghadiahiku ketenangan.
Riuh yang bersarang di kepalaku
perlahan luruh bersama derasnya hujan.
Suasana yang syahdu, lembut, penuh kasih,
membelai jiwaku dengan cara-Nya,
tanpa sepatah kata, namun begitu bermakna.
Di bawah langit yang menangis,
aku belajar bahwa tidak semua yang jatuh adalah luka.
Ada yang turun untuk menyuburkan harapan,
ada yang hadir hanya untuk mengajarkan
bahwa damai terkadang datang
dalam bentuk yang paling sederhana.
Medan, 01 Juli 2026