Suara Langit di Guratan Telapak Tangan
Karya: Nur Ana SyahirahLangkah ringkih membelah fajar yang dingin
Sepasang netra teduh menyapa langit lebam
Mengibas sunyi ditiup kencang kepak angin
Mengeja rahasia alam sejak tahun silam
Baginya, pekat mendung bukanlah petaka
Melainkan selendang rahmat pembuka suka cita
Kala gemercik mengecup caping usang
Ia tak berpaling mencari gubuk lapang
Wajah menengadah dibilas tirai air murni
tiap rintik adalah jawaban doa membubung tinggi
Doa khusyuk meminta napas rahim bumi
penghapus dahaga tanah rindukan tunas padi
Sawah gersang kini menghela napas lega
Menyambut air menyusup pematang desa
Aroma petrikor menguar jadi wewangian mulia
Kaki tua terbenam khidmat di lumpur hangat
Merajut kembali ritual musim penuh semangat
Hujan melantunkan simfoni ritme teratur
Membasuh gundah hingga seluruh lara lebur
Semesta membuktikan diri tak pernah tidur
Mengirim hujan tepat waktu agar tungku subur
Pinrang, 06 Juli 2026