Jemari Sang Gemuruh
Karya: Nabilah Riwanti LisnitaMalam ini,
Langit-langit berjatuhan dari lipatan awan,
membawa ribuan rasa yang tak mampu dibalut warna.
Saat ini,
Gemuruh terdengar dari balik ruang rahasia milik sang hujan.
Ribuan mata tak memberanikan diri untuk menolong.
Aku,
Terbawa oleh jemari sang gemuruh,
tak mendapatkan pertolongan dari ribuan mata,
Menganggap sudah mati, ditelan badai.
Terlepas jemariku,
tak lagi dapat menggenggam pertolongan.
Rerintik itu terus menyerang tanpa henti,
sementara sang hujan terus menari tanpa ampun.
Takengon, 4 juli 2026