Senja Menitipkan Waktu
Karya: Indari KrisnayantiSetiap senja, langit menutup hari tanpa pernah bertanya
siapa yang berhasil, siapa yang masih berjuang.
Sementara aku berdiri di ambang cahaya,
menghitung mimpi yang belum sempat kusentuh.
Aku lahir dari rumah sederhana,
tempat rezeki sering datang dengan langkah pelan,
namun kasih sayang selalu lebih dahulu mengetuk pintu.
Di sanalah Bapak mengajarkanku
bahwa harga sebuah harapan
ditentukan oleh seberapa jauh kaki mau melangkah.
Lalu waktu membawanya pergi,
meninggalkan Ibu dan aku
untuk melanjutkan perjalanan yang belum selesai.
Sejak hari itu,
setiap senja menjadi pengingat
bahwa satu hari telah berlalu,
sedangkan cita-citaku belum boleh berhenti.
Aku tidak ingin dikenang sebagai anak
yang hanya pandai meratapi kehilangan.
Aku ingin pulang membawa kabar
bahwa semua peluh, doa, dan pengorbanan
tidak pernah tumbuh sia-sia.
Kelak,
jika senja kembali menyelimuti langit,
aku ingin menatapnya tanpa rasa takut.
Sebab di balik cahaya yang perlahan menghilang,
aku telah belajar
bahwa harapan tidak ikut tenggelam bersama matahari;
ia tinggal di dalam hati,
menunggu seseorang yang cukup berani
untuk terus berjalan.
Pontianak, 30 Juni 2026