Anatomi Hujan di Pesisir Sasi
Karya: Arifin Saring MarasabessyGerimis jatuh menyerupai detak waktu yang berkarat diatas rumbia.
Aku menghitung sisa kemarau yang luruh bersama daun kenari, sementara laut menyimpan riwayat pasang yang tak pernah usai.
Disini, hujan bukan sekadar air yang turun merangkul bumi, ia adalah air mata leluhur yang merawat terumbu dan menjaga ingatan.
Setiap tetesnya menggemakan mantra kapata tua, menidurkan keserakahan yang sempat bertahta di dada para nelayan.
Telah ditutup sasi pada palung terdalam, membiarkan pesisir ini kembali menyembuhkan lukanya sendiri dalam basah.
Hujan mengajari kita cara paling tabah untuk memaknai keheningan, menunggu masa panen yang diberkati oleh langit dan doa-doa sunyi
Ambon, 4 Juli 2026