Alda Aprilia - Tinta dalam Senja (Lirika 10)

📅 Juli 08, 2026

Tinta dalam Senja

Karya: Alda Aprilia


Senja datang tanpa mengetuk pintu langit,
membentangkan selendang jingga di bahu cakrawala.
Matahari perlahan menanggalkan mahkotanya,
lalu tenggelam dalam pelukan samudra yang setia.

Langit menulis puisi dengan tinta keemasan,
sementara awan menjadi lembaran takdir yang terbentang.
Angin mengantarkan bisik dedaunan,
seolah bumi sedang melantunkan doa paling sunyi.

Aku memandangmu dari batas cahaya,
tempat waktu kehilangan suara.
Di sana, senja adalah pelukis yang sabar,
menggoreskan rindu pada kanvas semesta.

Setiap warna yang jatuh dari langit
adalah serpihan mimpi yang enggan padam.
Merah menjadi bara harapan,
jingga menjelma hangatnya kenangan.

Burung-burung pulang membawa cerita,
sedangkan aku masih menyimpan namamu di dada.
Bukan sebagai luka,
melainkan bunga yang tak pernah layu oleh musim.

Senja mengajarkanku arti melepaskan,
bahwa segala yang datang akan berpamitan.
Namun keindahan tak pernah benar-benar hilang,
ia hanya berpindah menjadi kenangan.

Ketika malam mulai menyalakan bintang,
senja menitipkan cahaya terakhirnya.
Sebagai pesan bahwa gelap bukanlah musuh,
melainkan jeda sebelum fajar kembali bernyanyi.

Maka biarlah senja terus datang,
menjadi saksi perjalanan setiap jiwa.
Sebab di balik setiap akhir yang memudar,
selalu lahir awal yang membawa harapan baru.


Jawa Tengah, 6 Juli 2026