Yuliana - hujan di halaman kenangan (Lirika 10)

📅 Juni 17, 2026

hujan di halaman kenangan

Karya: Yuliana



Konon, hujan adalah cara langit mengenang sesuatu yang tak sanggup ia peluk lagi.
Maka setiap kali mendung menggantung rendah di atas atap rumah, aku selalu merasa ada seseorang yang sedang mengetuk pintu masa lalu.
Aku.
Anak kecil yang pernah kehilangan ibu sebelum sempat menghafal seluruh wajahnya.
Waktu itu hujan turun tanpa suara.
Ia meresap ke tanah, ke dinding rumah, ke mata orang-orang dewasa yang sibuk menyembunyikan tangis.
Sedang aku berdiri di antara mereka, memandang kepergian sebagai sesuatu yang akan pulang sebelum petang.
Namun petang berlalu.
Lalu malam.
Lalu tahun-tahun yang panjang.
Dan ibu tak pernah kembali.
Kini aku mengerti, ada kehilangan yang tidak selesai oleh waktu.
Ia hanya berubah bentuk.
Menjadi rindu yang berdiam di dada.
Menjadi sunyi yang tumbuh di sela usia.
Menjadi hujan yang selalu membuat mata terasa basah meski langit belum tentu menangis.
Ayah menua perlahan seperti pohon tua yang bertahan diterpa musim.
Sedangkan aku tumbuh dari akar kesedihan yang bahkan belum sempat kupahami.
Barangkali sebab itulah aku mencintai hujan.
Karena hanya hujan yang tahu bagaimana rasanya jatuh berkali-kali tanpa pernah mengeluh kepada bumi.
Dan setiap kali rintiknya mengetuk jendela, aku selalu membayangkan satu hal:
Bahwa di suatu tempat yang tak dapat dijangkau langkah manusia,
ada seorang ibu yang masih menyebut namaku dalam doanya,
seperti hujan yang tak pernah lupa jalan pulang menuju tanah.


kayuagung,14 juni 2026