Pesona Jingga
Karya: Wafiq HerlianiLangit sore tak pernah pelit warna
Jingga ditumpah, ungu dibisik, emas di tepinya
Semua dibayar lunas oleh matahari yang rela pergi
Tapi perginya pasti pergi
Awan jadi saksi, berubah bentuk tiap detik
Kadang naga, kadang kapal, kadang cuma gumpal rindu
Dan angin? Dia kurir paling setia
Mengirim sejuk ke kulit yang seharian menahan gigih mentari
Aku hanya manusia kecil di bawahnya
Mulut terbuka, dada penuh kata-kata
Karena ada hal yang terlalu indah
Untuk dijelaskan, cukup dirasai
Senja mengajarkan aku satu hal:
Kamu boleh capek seharian
Asal pamitmu jingga
Asal besok, kamu sudi terbit lagi
Tanjung, 15 Juni 2026