Rintik yang pulang
Karya: Umu Sa'idahDi ambang senja langit membuka telapak tangan
Menumpahkan rindu pada butir-butir tembus pandang
Atap berbisik, jalanan sunyi menghela napas
Dan kota kecil ini belajar bernafas lagi
Hujan menitik tinta pada dedaunan
Hurufnya pudar, tetapi maknanya tetap bertahan
Anak-anak hujan berlarian tanpa alasan
Memungut serpihan pelangi yang jatuh digenangan.
Lampu-lampu menetes seperti kunang-kunang yang malu
Cahaya mereka pecah dikaca, menahan pilu
Hujan membersihkan nama-nama pohon, menengahi debu
Membiarkan dunia sejenak menjadi lembap dan layu.
Ketika rintik terakhir menyerah pada tanah,
Ada sunyi yang bersinar, bersih, dan lelah.
Kita menata ulang langkah, menutup jendela,
Menyimpan hujan dalam kalbu seperti selimut lama.
Purwokerto, 25 Juni 2026