Mengenang Esok di Balik Jendela
Karya: Ulfa Annisa,S.Ak.Hujan turun lagi di atas atap-atap seng yang berkarat
Membawa aroma tanah basah dan dingin yang menyengat
Kami, sekumpulan warga yang lelah, duduk termenung
Menatap sisa beras di dalam lumbung yang kian menipis
Setiap rintik yang jatuh terasa seperti ketukan nasib
Menyanyikan lagu pilu tentang upah yang terjepit
Kami menatap jalanan basah dengan dada yang sesak
Memikirkan esok hari yang penuh dengan tanda tanya besar
Wahai air yang mengalir bebas dari langit malam
Sampaikan gigil kami kepada mereka yang memegang kendali
Kami tidak meminta kemewahan yang berlebihan
Hanya ingin hidup tenang di bawah payung keadilan yang utuh
Biar gemercik ini mengetuk hati yang telanjur membatu
Sebelum air mata kami berubah menjadi air bah yang menderu
Cigugur, 14 juni 2026