HUJAN DAN WAKTU
Karya: TIKE RISKA ALGEAHujan jatuh tanpa sekalipun meminta tepuk tangan,
namun kehadirannya selalu memberi arti.
Ia datang, membasahi, lalu pergi,
bagaikan waktu yang tidak pernah berhenti.
Banyak orang mengeluh saat hujan turun,
menganggapnya penghalang perjalanan.
Padahal di balik setiap rintik yang melabuh,
tersimpan pelajaran tentang penerimaan.
Hujan tidak dapat memilih kapan harus reda,
sebagaimana manusia tidak dapat mengulang masa lalu.
Yang bisa dilakukan hanyalah terus melangkah,
meski jalan terasa licin dan penuh genangan.
Ketika langit kembali cerah,
aku mengerti satu hal sederhana.
tidak semua yang datang untuk menetap,
tetapi setiap yang datang selalu meninggalkan makna.
manna, 06 juni 2026