Mengolok Senja
Karya: Tiffany Eiffelinne LouisaDi batas hari yang berangsur semu
Dua bayang terdiam memeluk waktu
Saling bersandar pada detak jantung yang beradu
Sebab senja selalu fasih menerjemahkan rindu
Matahari turun setapak demi setapak
Menitipkan jingga pada punggung ombak
Menyimpan cahaya terakhir amat merdu
Disayat kanvas cair berdarah tembaga
Oh, sayangku
Apakah itu keping senja yang tersisa?
Dua butir ambar menang telak menyimpan hangat
Barangkali senja hanya singgah di ufuk barat,
Matamu justru menetap lebih lama di dalam ingat
Keelokan bukan lagi milik langit yang berpijar di ujung hari
Karena kutemukan diriku pulang di kedalaman sewarna madu
Jatuh di atas bumi setelah badai mereda
Keajaiban justru bersemayam pada mereka
Mengolok senja karena terlihat begitu sederhana
Surabaya, 20 Juni 2026