Pengagum Rintik Semesta
Karya: Selvy KomalasariPerempuan itu menyukainya,
lelaki yang selalu tersenyum
saat cakrawala mulai mengabu
Ia kerap bertanya dalam diam,
apa yang begitu istimewa dari hujan.
Hingga rintiknya mampu melunakkan sorot matanya,
dan hamparan angkasa yang muram
selalu menjelma kebahagiaan di wajahnya.
Di saat manusia berlomba mencari perlindungan,
ia memilih berdiri di bawah gerimis yang jatuh perlahan,
seakan setiap tetes menyimpan rahasia
yang hanya dimengerti oleh jiwanya.
Diam-diam perempuan itu menanti gerimis,
bukan demi rintik yang turun dari langit,
melainkan demi menyaksikan senyum lelaki itu merekah,
dan cahaya lembut yang selalu singgah di matanya
setiap kali mendung menyelimuti cakrawala.
Tanpa pernah ia rencanakan,
rasa itu tumbuh seperti akar yang diam-diam merambat.
Bukan hanya menuju lelaki itu,
melainkan juga menuju segala hal yang dicintainya—
hujan, gerimis, dan ketenangan yang hidup di matanya.
Dan pada akhirnya,
hatinya berlabuh pada dua hal yang sama-sama indah:
lelaki itu,
dan cara lembutnya mencintai hujan.
Bandung, 14 Juni 2026