Senja yang pulang
Karya: Saffana Kirana MaharaniSenja datang tanpa banyak suara,
menyentuh langit dengan warna yang pelan-pelan berubah.
Ada jingga yang jatuh di ujung awan,
ada rindu yang diam-diam tumbuh di dalam hati.
Aku duduk memandang hari yang perlahan selesai,
membiarkan angin membawa cerita yang belum sempat terucap.
Mungkin memang tidak semua pertemuan harus abadi,
seperti matahari yang selalu berpamitan sebelum malam.
Namun senja mengajarkanku satu hal sederhana:
bahwa keindahan tidak selalu tinggal lama.
Kadang ia hanya singgah sebentar,
cukup untuk meninggalkan hangat yang sulit dilupakan.
Tangerang, 14 Juni 2026