Sebatas Sketsa Sore
Karya: Risti Ayu PraharaNamaku Senja,
Katamu aku begitu indah,
Katamu aku jiwa yang tiada tara
Sebelum malam merenggut semuanya.
Tetapi nyatanya, kamulah wujud asli senja
Kamu yang membuatku terkesima
Dan kamu pula yang singgah hanya sementara,
Meninggalkan luka yang menancap di dada.
Sementara aku, meski namaku Senja
Aku selalu di sini, mengagumimu dari balik jendela,
Walau ragamu saja sudah tidak terlihat di mata.
Suara malam pernah berbisik, aku memang harus merelakanmu
Agar fajar baru datang menjemputku.
Palembang, 16 Juni 2026