Rintik yang Ngga Pernah Tuntas
Karya: Putri IndrianiLangit meretas jahitannya pelan,
Menumpahkan perak cair di pelupuk bumi.
Setiap tetesan nya terdengar bisikkan:"Aksara yang tak pernah selesai ku baca",
Tergantung di ujung atap, gemetar
Lalu jatuh sebelum menjadi bait.
Aku duduk menjadi arca yang menunggu,
Di serambi waktu yang bocor,
Hujan mengulang kembali namamu
Sebagai mantra tanpa akhir,
Seperti doa yang patah di tengah lafadz.
Mungkin semesta lupa menutup musim,
Sehingga rintik kan ini menolak untuk reda.
Seperti rinduku;
"Air yang tak pernah tuntas mengalir, meski sungai sudah lama kehabisan muara".
Binjai, 25 Juni 2026