Gersang di Bawah Hujan
Karya: PHIBETA ULUMIMalam ini hujan turun lebih kejam
dari caramu pergi tanpa sempat berpamitan.
Setiap tetes menghantam seng,
seperti janji-janjimu dulu
yang retak satu persatu di kepalaku.
Aku bersimpuh di ambang pintu bekasmu,
menagih hangat pada dingin yang menusuk sumsum.
Rindu jadi lumut di dinding jiwa,
tumbuh perlahan, digerus resah,
enggan lapuk ditelan senja.
Dahulu cintamu selebat hujan,
namun aku lalai bahwa selebat apa pun hujan pasti surut.
Kau bilang hujan akan mengantarmu pulang.
Kenyataannya, hujan hanya mengulang namamu
di setiap genangan yang kutatap.
Tanah akhirnya basah,
relungku tetap gersang,
karam dalam kenangan
yang tak pernah kau labuhkan lagi.
Dan kini aku mengerti,
hujan hanya pandai membasahi,
tapi tak sanggup menghidupkan yang mati.
Garut, 22 Juni 2026