Nesmawati putri - JINGGA DI UJUNG HATI (Lirika 10)

📅 Juni 30, 2026

JINGGA DI UJUNG HATI

Karya: Nesmawati putri





Langit perlahan terbakar warna jingga lembut
Sinar matahari merayap turun menyentuh ufuk
Membelai setiap sudut bumi dengan cahaya redup
Mengapa ia tak terus bersinar sepanjang waktu?
Apakah ia pun lelah menahan beban siang yang terik?


Begitu juga hatiku yang telah melangkah jauh
Sering terasa perih, lelah, dan ingin berhenti sejenak
Senja datang bagai tangan yang menenangkan jiwa
Mengajarkan bahwa tak selamanya harus terus berlari
Ada waktunya berhenti sejenak untuk menarik napas


Di balik cahayanya yang perlahan memudar
Tersimpan ketenangan yang meresap sampai ke tulang
Ia tak pergi begitu saja tanpa makna apa-apa
Hanya memberi ruang bagi malam yang hening
Membawa kedamaian bagi luka yang masih terasa


Apakah senja pertanda perjalanan telah usai?
Bukan, ia hanya jeda sebelum fajar menyapa kembali
Setelah redup pasti akan datang cahaya yang lebih terang
Setelah lelah, kekuatan akan tumbuh lagi perlahan
Semua rasa berat akan terasa lebih ringan nanti


Senja mengajarkanku arti sabar dan ikhlas
Bahwa setiap masa punya waktunya masing-masing
Biarkan hari ini berakhir dengan tenang
Simpan segala luka, simpan pula harapan yang masih ada
Menanti esok dengan langkah yang lebih tegar lagi

 


Sulawesi Selatan, 30 Juni 2026