Diriku dan hujan
Karya: Muhammad Najwan HakikiDi antara detik yang berjalan perlahan
Aku belajar membaca bahasa angin
Yang berbisik lembut membawa kabar
Tentang rindu yang tak pernah usai
Lalu hujan turun, membasahi bumi
Setiap tetesnya adalah nada
Yang menyatu dengan detak jantungku
Menjadi simfoni sunyi yang abadi
Mereka bilang hujan membawa kesedihan
Namun bagiku, ia adalah cermin
Sama seperti aku yang punya cerita
Ada riang, ada juga yang menyimpan pedih
Hujan mengajarkan aku tentang sabar
Bahwa derasnya badai pasti berlalu
Seperti air yang mengalir ke sungai
Aku pun berjalan, tak pernah mau berhenti
Di setiap genangan yang terbentuk
Kulihat bayanganku sendiri
Tegas, tenang, namun penuh arus
Seperti sungai yang menuju samudra
Aku adalah tanah yang siap menerima
Dan hujan adalah kasih yang tak terkira
Bersama kita menumbuhkan harapan
Di tengah dunia yang kadang tak beraturan
Biarkan hujan terus membasahi
Membersihkan debu di jalan hidupku
Aku dan hujan, kita adalah sahabat
Menulis puisi kehidupan, selamanya...
Bogor, 30 juni 2026