Cakrawala Berpamitan
Karya: Muhammad RifkiCakrawala pun berpamitan,
menanggalkan jubah siangnya yang garang.
Dia titipkan lelah hari ini
pada bahu senja tanpa banyak tanya.
Senja,
perempuan jingga berambut tembaga,
membuka dekapannya selebar ufuk.
"Sini," bisiknya pada keluh kesah yang tercecer:
di aspal yang melepuh,
di kemeja yang basah oleh keringat dan gengsi,
di jemuran yang tak sempat kering sebab mendung singgah terlalu lama.
Bagaimana hari ini, Cakrawala?
Jawabnya luruh bersama mega:
"Aku letih.
Seharian jadi saksi bisu
bagi doa yang tergesa di lampu merah,
bagi sumpah serapah yang tumpah di pasar.
Tugas langit memang menatap,
tetapi tak boleh meneteskan air mata."
Kini giliran senja yang bekerja:
memungut letih,
mengusap gerah,
mewarnai segala yang pucat dengan temaramnya.
Sebab setiap yang berpamitan
berhak pulang dengan tenang.
Serang, 12 Mei 2026