Singah bukan tinggal
Karya: MAYA ANTIKA ADU
Aku pernah berharap bahwa
semua yang hilang akan kembali menemukan jalannya,
Namun semesta hanya mengajarkanku
cara merelakan tanpa penjelasan.
Seperti senja
yang tak selalu kembali
pada langit yang sama,
aku pun perlahan belajar
bahwa tidak semua yang pergi
ditakdirkan untuk menetap.
Mungkin hatiku masih belum mampu
melepaskan semuanya sepenuhnya.
Namun aku tahu,
akan ada saat
di mana semua ini benar-benar berakhir.
Dan apakah salah
jika aku masih mengenangmu
dalam diam?
Mungkin aku belum cukup dewasa
untuk memahami
segala ucapan dan perpisahan.
Hingga kini,
rembulan masih menjadi saksi
tentang aku
yang terus belajar berdamai
dengan kenangan.
Kita sama-sama tahu
bahwa hati kita masih sempat menoleh ke belakang,
namun tak ada lagi suara
yang mampu memanggil kita kembali.
Kini hanya ada cinta
yang perlahan belajar menerima kehilangan.
Dan pada akhirnya,
aku sadar bahwa tidak semua kehilangan
harus dipahami sepenuhnya.
Ada yang memang datang
hanya untuk meninggalkan jejak,
lalu pergi perlahan
tanpa pernah benar-benar menjelaskan alasan.
Aku pernah ingin memeluk waktu lebih lama,
agar kenangan itu tidak cepat menjadi luka.
Namun semakin aku menggenggam,
semakin aku belajar
bahwa beberapa hal memang ditakdirkan
untuk singgah, bukan tinggal.
Dan kini,
aku tidak lagi memintamu kembali.
Aku hanya ingin mengingatmu
tanpa harus merasa hancur setiap kali kenangan itu datang.
20 mei 2026