Manifestasi Rindu di Ambang Jarak
Karya: Gladis Zea ZulianataHujan turun sebagai kurir tak ber-alamat,
mengantar seporsi rindu yang dititipkan semesta.
Ia serupa angin, menyentuh sukma namun luput dari tatapan.
Di balik jendela berembun,
aku menyadari jarak bukanlah tentang kilometer,
melainkan waktu yang melambat di antara detak jantung.
Tiap tetesnya adalah detik yang tersendat,
menunggu temu yang bersembunyi di balik kabut masa.
Hujan membasahi jalanan,
menjadi saksi rindu yang padat meski tak terlihat.
Kita hanyalah dua titik dalam ruang yang berbeda,
berharap angin membisikkan namamu di sela riuh air yang membasuh lara.
Sebab dalam hujan yang tak tampak,
aku menemukan cara untuk memelukmu—
melampaui jarak, menembus waktu,
hingga rindu tak lagi butuh penglihatan untuk merasa utuh.
Malang, 15 Juni 2026