Firda Aisyah - Laut biru selalu setia pada sampannya (Lirika 10)

📅 Juni 17, 2026

Laut biru selalu setia pada sampannya

Karya: Firda Aisyah


Berikut adalah tulisan ulang puisi tersebut dengan ejaan dan kaidah bahasa Indonesia baku sesuai KBBI, serta penjelasan maknanya dalam bahasa yang juga mengikuti pedoman umum KBBI.


Duduk termenung memandang lurus.
Memandang luasnya samudra
Nyiur kelapa saling menyapa.
Sang bayu berhembus lembut.
Kerang-kerang berkilauan di bawah terik.

Hati terus bertanya,
"Akankah aku terus seperti ini?"
Banyak orang bercanda riang,
menikmati hangatnya pantai.

Lalu, mengapa diri ini sendiri?
Di saat semua orang menemukan
pelabuhan jiwanya.
Kapan waktu itu akan tiba?

Senja memeluk pelan,
Membisikan, bahwa semua akan datang.
Setiap kalbu menemukan belahannya.
Seperti kerinduan menemukan pelukannya.

Hidup penuh misteri.
Namun, tekad dan keyakinan harus berdiri.
Tuhan selalu ada
di kala duka dan senang.

Gelombang pasang menari-nari.
Mentari menyapa dan menemani.
Pasir putih memberikan kebahagiaan.
Laut biru selalu setia pada sampannya.




Sinabang, 15 Juni 2026