Angellita Salsabila Prasidha - Ketika Langit Kehilangan Hak untuk Disebut Atas (Lirika 10)

📅 Juni 30, 2026

Ketika Langit Kehilangan Hak untuk Disebut Atas

Karya: Angellita Salsabila Prasidha


Hujan masuk ke pikiran yang retak—ini bukan cuaca, ini cara dunia berpikir ulang.
Membingungkan atas dan bawah dalam kesadaran;
Langit menjadi cara benda melupakan arah.
Air menghapus batas antara ingat dan lupa,
Genangan menulis ulang dunia yang salah.

​Kita berdiri dalam ketidakpastian yang tenang.
Setiap tetes adalah argumen yang hilang;
Tidak ada hukum, hanya kebiasaan lama.
Realitas bernapas melalui retakan kecil dunia.

​Kita menamai kekacauan agar tampak ramah.
Hujan adalah bumi berpindah bahasa sunyi;
Ia tidak jatuh, hanya berubah bentuk.
Di sela gravitasi, makna tersangkut diam.

​Kita hidup di antara naik dan turun,
Yang tidak jadi dan yang belum tiba.
Di sana, bahasa menggantung di udara;
Hujan bukan peristiwa, melainkan jeda panjang.

​Pikiran bumi menulis dirinya sendiri.
Kita hanyut dalam makna yang retak.
Diam menjadi cara hujan berpikir:
membiarkan batas retak, hingga kita tak lagi perlu menamai.


Kediri, 29 Juni 2026