Memaki Sang Berkat
Karya: Andrista Nararya Khairul AnamSuasana hari ini begitu kelabu
Kau tak bisa melihat matahari
Karena sang matahari ditutupi
Oleh sang awan kelabu
Air yang turun mengalir
Membasahi jalan
Memberi minum bagi yang haus
Memberi dingin bagi yang gerah
Sebagian dari manusia yang tahu
Bahwasanya awan kelabu
Adalah pembawa air yang penuh
Siap menyirami bumi setiap waktu
Banyak yang memaki sang awan kelabu
Karena dianggap menunda gerak
Padahal air awan kelabu
Adalah rahmat bagi sekalian alam
Tapi air itu juga membawa murka
Bagi yang tak bisa bertanggung jawab
Air memenuhi hulu sungai
Menerjang semua di jalannya
Membawa bencana bersamanya
Semua bisa melihat
Sang awan kelabu menurunkan hujan
Yang penuh berkat dan menurunkan bencana
Senandung rintik hujan meresap ke dalam hati
Menghapus kesedihan, memekarkan kebahagiaan
Menumbuhkan bunga-bunga di bawah cahaya mentari
Banda Aceh, 30 Juni 2026