Rintik-Rintik Sial!
Karya: Aisyah RaniKu tarik penutup jendelaku,
biarkan segalanya menyinari wajah manisku.
Tak kusangka pasta gigiku telah menjadi lidi;
kesana-kemari mencari pasta gigi.
"Di mana kesegaran yang akan kuraih?"
Namun, sinar masih tersenyum bersamaku.
Mata yang berbinar-binar menatap pepohonan yang menemaninya menuju jendela pengetahuan.
Mengenakan pakaian rapi, gigi bersih, dan
bibir yang selalu membentuk lengkungan.
"Sinar saja tersenyum melihat diri ini."
Di tengah keceriaan, kesegaran, dan kerapian.
Tak disangka. Rintik sial itu datang!
Sinar tak lagi tersenyum padanya,
segar pula tak lagi memeluknya.
Hanya tersisa dumelan tak henti.
Rintik kini menciptakan bendungan air.
Laju kendaraan, membuatnya putus asa sesaat.
"Argh! Sungguh genangan dari rintik sial! Bajuku kotor!"
Lampung, 20 Juni 2026