Di Ree Padang
Karya: Zaky SatriaAh, alangkah manis diam di geladak petang,
namun dadaku berlayar lebih jauh dari Padang;
angin meniup namamu dari mulut ombak yang garang,
lalu patah di tiang kapal, jadi garam, jadi karang.
Dekat? Kita sebatas kabar di ujung layar terang.
Jauh? Bahkan laut kalah panjang oleh sunyi yang malang.
Aku menulis di kertas kecil, seperti musafir pulang,
mencatat rindu yang tak terbaca kompas dan bintang.
Kau kota di balik kabut, aku pelabuhan renggang;
satu langkah terasa seribu musim menyeberang.
Bila kelak jangkar jatuh dan waktu berhenti berdendang,
semoga jarak tak lagi memerintah hati—tumbang.
Padang, 14 Mei 2026