Kita sejalan, bukan searah
Karya: Zahira putri PratamaKITA SEJALAN, BUKAN SEARAH
Kita bangun dari kasur yang sama,
Menginjakkan kaki di bumi yang sama,
Bernapas dengan oksigen yang sama,
Sama-sama menjalani hidup.
Tapi doamu ke selatan, doaku ke utara,
Rencanamu menemui dia, rencanaku membuatmu bahagia,
Kau menunggu centang biru darinya,
Aku menghitung lembar biru untukmu,
Sama-sama biru, namun beda artinya,
Seperti langit dan laut yang saling memuja, dengan doa yang berbeda,
Sama-sama memiliki rasa, namun entah untuk siapa,
Barangkali kita tak kian berjumpa, lupakanlah segalanya,
Mungkin kita berjalan di garis lurus yang sama, namun ujungnya perempatan kedua,
Jadi, apa arti sejalan jika ujungnya perpisahan?
Untuk apa berdampingan jika ada tembok tinggi menjulang?
Mungkinkah bukan dirimu tempatku pulang?
Dekatnya di ujung doa,
Jauhnya luar biasa.
Kami memang berjalan di aspal yang sama, namun dengan warna yang berbeda.
Kampar, 12 mei 2026