Di Antara Riuhnya Bumi
Karya: ZahiraBumi menyimpan begitu banyak keindahan didalamnya, dan salah satu keindahan itu adalah dirimu.
Aku berkata demikian sebab itulah kenyataan, aku tak pernah berdusta tentang perasaan.
Kita hanya hujan di sore hari, singkat namun meninggalkan jejak di hati.
Dirimu seperti angin; hadir tanpa bisa kugenggam, hanya bisa kurasakan.
Kemarin kau datang sembari menawarkan bunga dan berjanji akan sering berkunjung.
Dan aku—perempuan bodoh
yang selalu percaya pada ucapanmu.
Seharusnya aku sadar, aku hanyalah noda kecil di antara indahnya hidupmu.
Aku ingin bicara serius denganmu, tetapi aku sadar—selama ini aku hanya berbisik pada hati yang tak lagi mendengarkanku.
Asa telah sirna, rona perlahan memudar dan waktu menyeretku menjauh darimu.
Barangkali asing memang ditakdirkan
menjadi akhir kisah kita di tengah riuhnya bumi.
Pontianak, 13 Mei 2026