Arsitek Diam
Jarak kita cuma sejengkal
Tapi untuk saling menyapa rasanya janggal
Kita berbagi udara yang sama
Namun menghirup sepi yang berbeda
Lidah kita kelu bukan karena tak ada kata
Tapi sama-sama menunggu disapa
Ternyata yang memisahkan bukan jarak
Tapi dua kepala yang saling menunduk
Biarlah begini saja
Kita memandang kosong ke arah yang berbeda
Dekat tak tersentuh
Jauh tak terjangkau
Lucunya
Kita berharap keajaiban
Tapi kita tetap memilih tenggelam
Di sejengkal air mata yang tak tertumpah ini
Tanjung, 07 Mei 2026