Karya: Tisa Dwi Putri
Aku melihat wajahmu setiap pagi
di balik layar yang selalu menyala.
Suaramu hadir seperti angin hangat,
menenangkan hati yang lelah berjalan.
Kita tertawa dalam ruang yang sama,
namun diam-diam dipisahkan jarak.
Aku tahu kabarmu dari pesan singkat,
tetapi tidak pernah menyentuh sedihmu secara utuh.
Dekat, tetapi terasa jauh.
Seperti hujan yang tampak dari jendela,
indah dipandang, namun tidak dapat kugenggam.
Aku rindu percakapan tanpa waktu,
tatapan tanpa gangguan dunia maya,
dan langkah kecil yang dahulu searah.
Semoga suatu hari nanti,
jarak tidak lagi menjadi dinding
bagi dua hati yang masih saling mengingat.
Padang, 20 Mei 2026