AKU DI ANTARA DUA CAHAYA
Karya: TIA SITI KHODIJAHAku lahir di antara dua cahaya,
yang satu telah lebih dulu diberi nama oleh bangga,
yang satu lagi disambut
dengan doa-doa yang belum sempat usai.
Sedangkan aku,
hanya jeda yang tak pernah disebut,
ruang di tengah
yang dipelajari untuk tidak banyak menuntut.
Aku tumbuh dari yang tak lengkap,
dari panggilan yang sering terlambat,
dari tanya yang tak pernah benar-benar datang,
dan dari rindu
yang tak punya tempat untuk pulang.
Di meja yang sama,
aku belajar menjadi cukup
dari sisa-sisa perhatian,
mengunyah diam
hingga terasa seperti kewajaran.
Aku bukan awal
yang selalu dibanggakan,
bukan pula akhir
yang dijaga dengan penuh ketakutan.
Aku adalah tengah,
yang retaknya tak pernah dianggap luka,
yang kuatnya dianggap biasa saja.
Namun dari situlah aku belajar,
bahwa tidak semua cahaya
datang dari sorotan,
tidak semua terang
butuh pengakuan.
Sebab di dalam gelap
yang pernah menelanku diam-diam,
aku menemukan sesuatu
yang tak dimiliki oleh keduanya,
sebuah cahaya
yang tak meminta untuk dilihat,
tak menunggu untuk dipanggil,
dan tak bergantung pada siapa pun
untuk tetap hidup.
Dan ketika dunia sibuk
memuja dua cahaya itu,
aku tidak lagi berdiri di antaranya,
aku melangkah keluar,
membawa terangku sendiri,
dan untuk pertama kalinya…
aku menjadi cahaya
yang tak bisa dibandingkan.
Cimahi,08 Mei 2026