Jasadi: Manunggal Ika
Karya: Taslina Syifa Ayu Laksana PutriAkalmu tinggi memandangi rembulan,
namun selubung nyawamu koyak di tengah jalan.
Gelisah hati menunggangi senandung ompong,
bisikan tetangga kau jadikan jimat yang kosong.
Mulutmu bungkam, jemari kian kelu,
mimpi yang besar berakhir menjadi debu.
Bagaimana mungkin hidup sanggup meramu,
jika layar dan kemudi saling berseteru?
Sadarilah wahai insan yang bingung,
cita-cita takkan tegak jika kau murung.
Tunggalkan niat dalam satu bumbung,
agar warnamu meluas tak lagi terkurung.
Berusahalah bersama, jasad dan ruh,
menuju cahaya yang takkan pernah luruh.
Biarlah kita menjadi satu api yang utuh,
sebelum waktu memaksa kita lumat dan rubuh.
Magelang, 12 Mei 2026