Tanaya Azahwa
Kidung di Balik CakrawalaDi bawah naungan langit yang mulai memucat
Engkau adalah sunyi yang paling menjagaku
Aku sering kali menjadi api yang bergetar hebat
Saat angin kesedihan datang menyapu
Namun engkau selalu hadir sebagai dinding yang menghalau dingin
Engkau tidak menuntutku untuk selalu bersinar paling benderang
Melainkan memastikan bahwa jiwaku tidak akan padam tertelan gulita
Meski luka lama sering kali kembali mengetuk pintu hati dengan perlahan
Kita tetap memilih untuk melukis harapan pada kanvas yang sama
Perjuangan ini sungguh bukan tentang siapa yang paling megah dalam pendaran cahaya
Melainkan tentang ketulusan untuk tetap saling memeluk dalam gelap
Kita telah sepakat bahwa setiap duka hanyalah jeda
Karena selama detak jantung masih bersahutan,
Menyerah tidak akan pernah menjadi pilihan untuk kita
Mataram Baru, 05 Mei 2026