Karya: Selvia Pasaribu
Kita pernah berbagi cerita,
menjahit malam jadi terang
dengan kata demi kata dan suara pelan.
Aku pernah merasakan hangatmu,
hangat yang membuat dunia di luar jadi tidak penting.
Aku tahu kita pernah saling mencintai,
diam-diam tapi pasti.
Di suatu waktu Tuhan mempertemukan kita tanpa sengaja,
seperti dua arah angin yang kebetulan bertabrakan.
Kita saling mengenal nama,
tapi lupa cara membaca hati.
Hafal cara memanggil,
lupa cara mendengar.
Suara kita masih bersahutan
di ruangan yang sama,
namun maknanya saling meleset.
Aku masih di sini,
kita masih saling mengenal.
Nama belum berubah,
wajah belum asing.
Di saat aku memanggil, kamu masih menjawab.
Suara itu sama, tapi arahnya berbeda.
Jawabmu kini tak lagi pulang
ke tempat yang sama.
Ia mampir sebentar,
lalu pergi ke tempat
yang tak bisa kuikuti.
Kita masih kenal,
tapi kehilangan jalan pulang bersama.
Medan, 20 Mei 2026