Luka yang menetap karena rasa yang berjarak
Karya: SEFTIANA SARIKita duduk di satu kursi yang sama ,
merasakan udara berbisik lembut tanpa kata dan suara di celah nestapa,
aku melihat dirimu begitu dekat seakan hangat Masi ada sampai sekarang , rindu ku padamu Masi melekat namun kenyataannya ada sebuah jarak rasa yang panjang sehingga tidak mampu ku lihat ataupun ku sentuh dengan tangan ,
kita berdua dekat dalam jarak namun jauh dalam rasa ,
kita seperti dua bintang yang saling bercahaya , tetapi dipisahkan oleh rasa cinta yang berbeda.
Aku bisa melihat senyum manismu , tetapi aku tidak mampu menyentuh wajah yang ku rindu ,
aku Masi suka menatap apalagi terpikat , lalu aku sadar bahwa jarak yang engkau buat terlalu besar.
Aku memiliki banyak kata yang tertahan dan rindu yang menumpuk diam diam.
Dan pada akhirnya aku mengerti , yang paling menyakitkan bukanlah tentang jauh jarak terbentang namun kehilangan seseorang yang dekat namun engkau sudah berjalan jauh secara perlahan.
Dan mungkin benar,
jarak paling menyakitkan bukan tentang terpisah oleh benua
melainkan ketika aku sudah menginginkan mu untuk menua tetapi dirimu tidak memiliki rasa yang sama.
Langkat, 16 mei 2026