Ibu selalu disisi mu
Karya: Rizky Ananda PriansyahDi meja makan, kursimu kini lengang.
Hanya bayangmu yang sesekali datang bertamu.
Aku mengirim rindu pada angin yang tenang,
berharap ia membisikkannya tepat di telingamu.
Nak, kota itu mungkin riuh dan asing,
memaksamu berlari di antara gedung yang tinggi.
Meski ragamu tak lagi bisa kupeluk erat sesering mungkin,
namamu tak pernah absen dalam sujudku yang sepi.
Ada ribuan kilo yang memisahkan langkah kita.
Namun doa tak butuh peta 'tuk sampai ke sana.
Setiap kau lelah, pejamkanlah mata.
Rasakan hangat pelukku dalam setiap doa yang menggema.
Jangan merasa sendiri di tanah orang,
sebab aku adalah detak yang menemanimu berjuang.
Jauh di mata, namun dekat di relung paling dalam.
Pulanglah jika lelah — cintaku takkan pernah padam.
Riau, 13 Mei 2026