Renita Rafilah
Garis Takdir di Atas BuihDi antara langkah yang payah mencari arah, ada arus yang memaksa kita berpisah. Namun, aku akan terus menjemputmu, dan genggamlah dayung itu sekuat tenaga agar tak hanyut terlalu jauh. Meski napas mulai sesak melawan derasnya takdir, kita harus tetap berpaut. Sebab kuyakin, sejauh apa pun arus ini menyeret kita, di muara yang sama ia pula yang akan mempertemukan kita kembali. Jangan lepaskan, meski jemari mulai mendingin dan pandangan mengabur oleh kabut keraguan. Biarkan doa menjadi kompas yang menuntun sisa perjalanan kita, hingga deburan ombak terakhir membawa kita pulang ke pelukan yang sama.
Cimahi, 06 Mei 2026